Gari Penggali Potensi Bertani
Gari tidak ada matinya dan tidak ada habisnya, demikian kata yang tepat untuk menggambarkan Kalurahan Gari. Setelah Gari mampu mengolah tambang karst yang mangkrak menjadi Pasar Ekologi Argo Wijil, kemudian disusul dengan adanya Internet Desa "Deganet" dan PAM Desa, kini mencoba berkreasi bertani di galon bekas.
Keterbatasan lahan tidak menghalangi Susanto (44), warga Padukuhan Ngelorejo, Kalurahan Gari, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, untuk tetap menanam padi. Dengan memanfaatkan 840 galon bekas sebagai media tanam, ia berhasil mengubah pekarangan rumahnya menjadi sawah mini yang kini menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Ide tersebut muncul setelah Susanto melihat demonstrasi penanaman padi menggunakan galon yang dilakukan Bupati Gunungkidul. Rasa penasaran mendorongnya mendatangi rumah dinas bupati untuk mempelajari teknik tersebut secara langsung.
Inovasi Susanto menjadi contoh bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkreasi. Di tengah semakin sempitnya lahan pertanian dan meningkatnya limbah plastik, ratusan galon bekas di pekarangan rumahnya justru berubah menjadi sawah mini yang produktif sekaligus menjadi inspirasi bagi upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Minggu, 2 Agustus 2026 17:31:45 - oleh : admin



Visitors :910666
Hits : 2253705
Month : 6049 Users