FPPD - Forum Pengembangan Pembaharuan Desa

Analisis Aspek Manajemen Dan Sumber Daya Manusia BUMDesa


oleh: Hastowiyono, 
Akademisi STPMD "APMD" Jogja

Sub pokok bahasan ini menjelaskan aspek manajemen memulai usaha dan implementasi usaha berdasarkan pendekatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Sehingga jadwal pelaksanaan kegiatan memulai usaha yang akan dijalankan BUM Desa Bersama akan jelas, terukur dan terjamin pencapaiannya. Peserta pelatihan diajak untuk mengetahui dan mampu melakukan pengelolaan kegiatan dari tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian dan memastikan ketersediaan SDM dalam memulai usaha BUM Desa Bersama. Kompetensi akhir yang diharapkan adalah peserta dapat menilai apakah berdasarkan aspek manajemen dan sumber daya manusia, apakah usaha yang direncanakan tersebut layak atau tidak untuk dijalankan.

Aspek Manajemen 
Aspek manajemen untuk membangun usaha didasarkan pada pendekatan fungsi manajemen, meliputi: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Tujuan kajian kelayakaan usaha pada aspek manajemen adalah untuk mengetahui apakah pembentukan dan pelaksanaan usaha dapat direncanakan, dilaksanakan, dan dikendalikan. 

1. Perencanaan
Tujuan dari gagasan menjalankan usaha/proyek  adalah untuk memperoleh keuntungan atau kemanfaatan. Untuk mencapai tujuan ini diperlukan suatu perencanaan secara menyeluruh beserta kebijakan yang diperlukan. Untuk itu perlu disusun suatu program kerja untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan serta menyusun kegiatan-kegiatan yang diperlukan (Ibrahim, 2009). Perencanaan dalam anggaran unit usaha BUM Desa Bersama juga harus dilakukan dengan sebaik mungkin, misalnya membuat anggaran pembelian, anggaran produksi, anggaran penjualan, dan anggaran lainnya disesuaikan keperluan usaha yang akan dijalankan. Dalam merencanakan anggaran harus rinci, misalnya anggaran pembelian bahan, bahan apa dan berapa jumlahnya yang akan dibeli, berapa harganya, siapa yang menangani pembelian, dimana membelinya, dan sebagainya.

Perencanaan dalam pengadaan karyawan disesuaikan dengan rencana proses produksi, kegiatan yang akan dilakukan, persyaratan yang diperlukan dan jumlah karyawan yang dibutuhkan. Demikian pula perencanaan dalam bidang produksi, perlu direncanakan jenis produk, jumlah produk (untuk barang) dan standar kualitas produk yang akan dihasilkan, bahan baku yang diperlukan, peralatan yang akan digunakan, petugas yang menangani proses produksi, dan sebagainya. Perencanaan dalam bidang penjualan juga perlu dibuat, antara lain: jumlah produk yang akan dijual, bentuk promosi yang diperlukan, daerah penjualan, cara mendistribusikan produk, biaya penjualan, penetapan harga, saluran pemasaran, sistem pembayaran,  dan sebagainya.

2. Pengorganisasian 
Hendaknya dalam menilai kelayakan usaha, BUM Desa Bersama mengkaji dari beberapa hal, seperti: 
a. Bagaimana langkah-langkah dalam pengorganisasian?
Secara garis besar, langkah-langkah dalam melakukan proses pengorganisasian adalah sbb.:
1) Merinci seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan dari unit usaha yang akan dijalankan.
2) Membagi beban kerja secara jelas dan proporsional sehingga dapat dilakukan oleh seseorang atau oleh sekelompok orang.
3) Menetapkan mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan anggota organisasi dalam satu kesatuan yang harmonis, memantau efektivitas organisasi dan mengambil langkah-langkah penyesuaian untuk mempertahankan atau meningkatkan efektivitas.
b. Bagaimana asas organisasi yang hendaknya dipilih?
Asas-asas organisasi merupakan pedoman yang perlu dilaksanakan agar diperoleh suatu struktur organisasi yang baik dan aktivitas organisasi dapat berjalan dengan lancar. Asas-asas organisasi terdiri dari: perumusan tujuan organisasi, penyusunan bagian-bagian organisasi yang diperlukan, pembagian kerja yang jelas, koordinasi, pelimpahan wewenang, rentang kendali, jenjang organisasi, kesatuan perintah, dan asas keluwesan dimana struktur organisasi hendaknya mudah diubah untuk disesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi tanpa mengurangi kelancaran aktivitas yang sedang berjalan. Apabila asas organisasi tersebut dapat diterapkan dengan baik, maka akan sangat mendukung kelancaran kegiatan usaha BUM Desa.
c. Bagaimana struktur organisasi yang dirancang?
Struktur organisasi adalah susunan dan hubungan antara bagian dan posisi dalam perusahaan. Struktur organisasi menjelaskan pembagian aktivitas kerja, serta memperhatikan hubungan fungsi dari aktivitas tersebut, menjelaskan hierarki (jenjang atau tingkatan) dan susunan kewenangan, serta hubungan pertanggung-jawaban (siapa melapor pada siapa). Hal terpenting dalam penyusunan struktur organisasi ini adalah rancangan struktur organisasi yang disusun harus fungsional, efektif dan efisien. Artinya, susunan organisasi unit usaha BUM Desa Bersama itu harus dapat menggambarkan tugas pokok dan fungsi setiap bagian organisasi, hubungan ketugasan antar bagian harus jelas, dan susunan organisasi disesuaikan dengan keperluan (tidak terlalu gemuk).

3. Pelaksanaan
Salah satu fungsi manajemen adalah pelaksanaan kegiatan. Apakah suatu kegiatan usaha dapat dilaksanakan, sangat dipengaruhi oleh kualitas perencanaan, pengorganisasian dan kualitas sumberdaya manusianya. Oleh karena itu seluruh kegiatan usaha harus direncanakan dengan matang dan rinci, serta sistem pengorganisasian harus baik. Selain itu, juga diperlukan sumberdaya manusia yang cukup jumlahnya, serta terampil dan menguasai bidang tugasnya. Ini semua agar aktivitas-aktivitas untuk menjalankan unit usaha BUM Desa Bersama dapat dilaksanakan dengan baik. 

4. Pengendalian
Pengendalian atau pengawasan di dalam manajemen memiliki berbagai fungsi pokok. Fungsi pokok pengendalian tersebut adalah:
a. Mencegah terjadinya penyimpangan-penyimpangan atau kesalahan. Ini dapat dilakukan dengan pengawasan secara rutin disertai adanya ketegasan-ketegasan dalam pemberian sanksi terhadap penyimpangan yang terjadi.
b. Memperbaiki berbagai penyimpangan yang terjadi. Jika penyimpangan telah terjadi, hendaknya pengawasan/pengendalian dapat menghasilkan perbaikan.
c. Mendinamisasikan organisasi. Dengan adanya pengawasan diharapkan sedini mungkin dapat dicegah terjadinya penyimpangan-penyimpangan, sehingga setiap unit organisasi selalu dalam keadaan bekerja secara efektif dan efisien.
d. Mempertebal rasa tanggung jawab. Dengan adanya pengendalian/ pengawasan yang rutin, setiap unit organisasi berikut karyawannya dapat selalu mengerjakan semua tugas yang diberikan dengan benar. 
Dalam menilai kelayakan usaha harus dapat memastikan bahwa fungsi pengendalian terhadap unit usaha BUM Desa yang akan dijalankan dapat berjalan dengan efektif. 

Aspek Sumber  Daya Manusia 
Rencana usaha yang akan dijalankan melalui pengembangan BUM Desa Bersama secara rutin memerlukan kelayakan aspek Sumber Daya Manusia (SDM). Keberadaan SDM hendaknya dianalisis untuk menjawab apakah memiliki SDM yang diperlukan untuk menjalankan unit usaha BUM Desa Bersama secara layak? 

Kajiannya dapat dimulai dari merencanakan siapa yang akan memimpin BUM Desa Bersama atau unit usaha BUM Desa Bersama dan siapa yang akan tergabung di dalam timnya. Menganalisis pekerjaan-pekerjaan yang akan dilaksanakan dan siapa yang akan melaksanakan. Kesuksesan dalam menjalankan suatu unit usaha sangat tergantung pada SDM yang solid antara manajer pelaksana bersama timnya. Dalam membangun sebuah tim yang efektif, pertimbangannya bukan hanya pada keahlian teknis para manajer dan anggota tim semata, tetapi juga kemauan mereka untuk bekerja dengan baik. Untuk menjalankan kegiatan usaha, harus dipastikan bahwa tersedia SDM yang berkualitas (profesional/cakap, jujur, tanggung jawab, dll) dan mampu membangun kekompakan serta keselarasan kerja untuk menjalankan unit usaha BUM Desa Bersama.

kirim ke teman | versi cetak

 

Jum`at, 9 Agustus 2019 13:09:48 - oleh : admin

Informasi "" Lainnya