FPPD - Forum Pengembangan Pembaharuan Desa
Informasi :
Sutoro Eko: Rakyat adalah Jantung Pemerintahan, Pembangunan dan Komunikasi
2020-02-18 14:27:05 - by : admin
Rakyat adalah jantung pemerintahan, pembangunan dan komunikasi. Oleh karena itu, kita dapat menyebut pemerintahan rakyat, pembangunan rakyat dan komunikasi rakyat. Sampai saat ini demokrasi masih diharapkan, tetapi konsep kedaulatan rakyat telah di tinggalkan. Hal itu disampaikan oleh Dr. H. Sutoro Eko, Ketua STPMD "APMD" dan Ketua FPPD Jogja dalam International Conference on Advance Government and Political Sciences (ICAGPS 2019) bertema Political, Digital Communication and Community Development Challenges. Konferensi internasional tersebut diikuti oleh tujuh negara yang membawa 74 hasil penelitian, pada Jumat (25/10/2019) di kampus STMPD "APMD" Jogja.

Sutoro Eko, mengatakan konferensi internasional yang diselenggarakan tersebut memiliki tiga kata kunci penting yang dibicaralan, yaitu politik pemerintah, komunikasi dan community development. Namun di antara tiga kata kunci tersebut, terdapat satu kata kunci yang sama yaitu andvances, yang secara etimologis bermakna promoting atau moving forward.

"Misi ilmu politik dan pemerintahan adalah promosi demokrasi atau demokratisasi, yakni membentuk pemerintahan yang berkedaulatan rakyat," kata Sutoro Eko dalam pidato di depan para peserta konferensi.

Dikatakannya pula orang lebih suka berbicara tentang yang direproduksi sebagai industri pemerintahan oleh neoliberalisme seperti transparansi, akuntabilitas, integritas, partisipasi, antikorupsi. Bagi kalangan neoliberal, yang diikuti netizen dan milenial serta kaum kelas menengah kota tersebut, konsep advance menurutnya lebih dimaknai sebagai digitalisasi baik digitalisasi data, media, informasi, teknologi maupun Internet terhadap kehidupan manusia. Itu sebabnya muncul berbagai jargon seperti ekonomi digital, masyarakat digital, komunitas digital, politik digital maupun pemerintah digital.

"Teknologi digital sungguh memudahkan hidup manusia, memberi kemudahan, kecepatan, efisiensi, dan keuntungan bagi pengguna," turunya.

Kendati demikian di sisi lain, teknologi digital tersebut bukan tanpa kekuarangan. Sutoro bahkan menyebut, teknologi digital atau digitalisasi ibarat pedang bermata dua. Tubuh pedang itu disebutnya adalah neoliberalisme. sistem neoliberalisme yang memanfaatkan teknologi digital untuk mengatasi krisis kapitalisme, namun sekaligus memperkuat kapitalisme dengan prinsip efisiensi dan kecepatan informasi yang disediakan oleh perangkat digital.

Neoliberalisme kata dia tak suka pada sistem politik-pemerintahan yang merugikan ekonomi pasar kapitalis, baik demokrasi atau otoritarian.

FPPD - Forum Pengembangan Pembaharuan Desa : http://www.forumdesa.org
Versi Online : http://www.forumdesa.org/?pilih=news&aksi=lihat&id=163