FPPD - Forum Pengembangan Pembaharuan Desa

Desa Pasca Anggarannya Dialihkan Untuk KDMP

oleh: Minardi, Dosen STPMD "APMD" Yogyakarta

Forum Desa - Semenjak dipangkasnya Dana Desa (DD) untuk berbagai kegiatan mulai dari KDMP (Koperasi Desa Merah Putih), lalu dibagi lagi menjadi earmak dan non-earmak membuat desa kurang bersemangat. Rata-rata desa di Indonesia, pendapatan desa hanya berasal dari Dana Desa, sedangkan PADes (Pendapatan Asli Desa), Alokasi Dana Desa (ADD), Dana Perimbangan lainnya dan hibah tidak begitu besar. Kemudian banyak program-program asli desa yang berasal dari insiatif desa menjadi mangkrak. Desa dibebani berbagai program dan kegiatan titipan dari Pusat maupun Daerah.

Terlepas dari pro dan kontrak tentang keruwetan berbagai anggaran baik pendapatan, belanja dan pembiayaan di APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa), terpenting bagaiman langkah desa selanjutnya? Maka perlu penggalian dan menemukenali kembali potensi-potensi desa. Nantinya hasil dari penggalian aset dan potensi ini akan menambah PADes, misalnya seperti di Desa Wunut, Kecamatan Tulung (Klaten).

Penggalian ini perlu kejujuran, mengenali kelemahan, kekuatan, peluang dan ancaman yang dimiliki desa. Perlu melibatkan segenap stakeholder desa, maupun akademisi dan pakar untuk pendampingan. Sehingga dari sini lahirnya kedaulatan dan kemandirian desa. Posisi desa yang mandiri akan memberikan daya tawar posisinya terhadap Pusat dan Daerah. Komitmen bersama perlu dibangun dan dijunjung tinggi.

kirim ke teman | versi cetak

 

Kamis, 29 Januari 2026 22:26:59 - oleh : admin

Informasi "" Lainnya