FPPD - Forum Pengembangan Pembaharuan Desa

Tahap Pembentukan BUM Desa AMARTA Desa Pandowoharjo Sleman

Tahapan pembentukan BUM Desa Amarta. Kenapa BUM Desa belum bisa jalan? Mungkin ada salah satu tahapan yang terlewati. Jika tidak jalan maka perlu dilakukan review BUM Desa. Bagaimana BUM Desa yang sudah berjalan? Eksistensinya butuh inovasi. Kalau kita berhenti inovasi akan ketinggalan jaman. Tahapan pembentukan BUM Desa meliputi : 

  1. Penganggaran di RPJM Desa. Di perencanaan 6 tahun dianggarkan 500juta (sesuai kondisi), kemudian diturunkan di APB Desa, dibuat bisnis plan (rencana kerja). Tahun pertama baru diberi Rp50 juta sesuai yang kami butuhkan. 
  2. Identifikasi masalah di masyarakat: pengangguran, kesehatan, kemiskinan dan lingkungan. Orang melihat sampah ini masalah, kemudian dikaji, dibuat bisnis plan, sampah ada berkahnya. Tahun 2017 dapat memberikan PADesa sebesar Rp20 juta. Dulu desa harus mengeluarkan uang untuk menyelesaikan sampah, sekarang justru dari sampah desa dapat uang. Penyerapan tenaga kerja ada 6 orang, dengan gaji UMR Kabupaten. BUM Desa hanya memilah sampah, pemilahan selanjutnya dijual ke juragan-juragan rongsok, karena BUM Desa belum punya teknologinya.
  3. Musdes dengan agenda sosialisasi BUM Desa kepada TOMAS dan BPD. Penyepakatan masyarakat tentang rencana pendirian BUM Desa. Pembentukan TIM Kajian Perencanaan, dengan SK Kades. Sosialisasi bertujuan untuk menyamakan pengertian, cara pandang dan orientasi BUM Desa. Membangun imaginasi/mimpi melakukan transformasi sosial ekonomi desa melalui BUM Desa. Selanjutnya bersepakat untuk mengembangkan BUM Desa. 
  4. Pembentukan Tim Kajian untuk:1).  Menginventaris masalah, peluang,  dan tantangan sosial budaya, 2) Mengidentifikasi dan menginventarisasi aset desa yang potensial/layak  dikembangkan, 3) Mengkaji kelayakan usaha, 4) Mengidentifikasi bentuk organisasi, personil dan kebutuhan sarana prasarana, dan 5) Menyusun Rencana  AD/ART BUMDesa

Kenapa muncul usaha pengelolaan sampah bukan simpan pinjam? Setelah dilakuakn kajian, kalau usaha simpan pinjam sudah ada mulai dari RT, RW, pedukuhan dan desa, bahkan warga desa mau ke bank dekat. Desa Pandowoharjo memiliki luas 700 hektar dengan jumlah penduduk 15 ribu jiwa, masalah sampah juga bisa menimbulkan konflik antar warga. Sementara Desa punya aset dari Kementrian PU dan KLH yang mangkrak bahkan nilainya hampir 1 milyar. (Erni/Min)

kirim ke teman | versi cetak

 

Senin, 8 Juli 2019 14:38:01 - oleh : admin

Informasi "" Lainnya