FPPD - Forum Pengembangan Pembaharuan Desa

Urgensi Kelayakan Usaha Bagi BUMDes

oleh: Hasto Wiyono, STPMD "APMD" Yogyakarta

Dalam memulai suatu usaha tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman dan daya intuisi saja. Apalagi kalau usaha tersebut merupakan usaha milik masyarakat/publik. Para calon pelaku usaha kini kian dituntut untuk melakukan studi kelayakan pada usaha yang akan dijalankan. Bukan hanya sekedar untuk kepentingan menilai kelayakan usaha yang akan dibangun, studi kelayakan saat ini sudah menjadi keharusan bagi calon pelaku usaha untuk kepentingan memulai bisnis. Sudah sepatutnya untuk memulai usaha harus dilakukan studi kelayakan terlebih dulu. Memang ada beberapa pelaku bisnis, yang karena pengalamannya yang sangat luas dan naluri bisnisnya yang sangat tajam, tidak melakukan studi kelayakan dan ternyata sukses. Namun kasus seperti itu sangat jarang terjadi. Kalau pun terjadi, itu memerlukan beberapa prasyarat yang sulit didapat, misalnya mendapatkan hak monopoli usaha. 

Studi kelayakan usaha adalah suatu analisis terhadap kelayakan (diteruskan atau tidak) suatu ide usaha. Fokus dari suatu studi kelayakan adalah untuk menjawab pertanyaan penting “haruskah kita melanjutkan ide rencana usaha?”, sehingga segala aktivitas dalam studi kelayakan usaha bertujuan untuk membantu menjawab pertanyaan tersebut. Mengetahui lebih awal bahwa suatu ide tidak sesuai yang diharapkan akan dapat mencegah penggunaan uang, waktu dan sumber daya secara sia-sia.

Mengapa perlu dilakukan Studi Kelayakan Usaha? Jika kita mengkaji investasi-investasi yang telah berhasil, akan kita temui bahwa rencana investasi tidak akan dilakukan tanpa melalui proses penilaian terhadap hal-hal penting dan menganalisis kemungkinan keberhasilan dari investasi yang akan dilakukan. Karena itu Studi Kelayakan merupakan suatu langkah kritis dan penting dalam suatu investasi. Jika dilaksanakan secara tepat akan memberikan investasi yang terbaik.

Salah satu faktor utama kegagalan usaha adalah sebelumnya tidak melakukan studi kelayakan yang memadai. Banyak pelaku usaha pemula yang masuk ke bisnis dengan semangat tinggi dan mengabaikan SKU. Mereka terhipnotis oleh kehebatan ide usahanya, dan segera bergerak memulai usaha terdorong naluri untuk secepat mungkin mewujudkan usaha itu. Banyak pelaku usaha yang tidak sadar bahwa perasaan antusias mereka seringkali melebih-lebihkan ide mereka, sekaligus merasa bahwa potensi pasar sangat tinggi dan produk mereka akan diterima oleh pasar secara mulus. Setelah usaha bisnis dilakukan ternyata produk yang dijual tidak diterima oleh pasar (tidak laku jual) dan akhirnya bangkrut.

Pada awalnya studi kelayakan usaha (SKU) diperlukan hanya untuk menilai kelayakan usaha skala menengah dan besar, namun saat ini studi kelayakan juga menjadi prasyarat kelengkapan baik usaha besar, menengah, maupun kecil yang dituntut oleh calon investor dalam menilai kelayakan bisnis yang akan didanainya. Demikian juga ketika pemerintah Desa bersama BPD memfasilitasi Musyawarah Desa untuk menyepakati menginvestasikan uang dan/atau sumberdaya lainnya untuk modal awal pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Bersama, sangat membutuhkan studi kelayakan usaha. Ini untuk mengurangi risiko dalam kesalahan pengambilan keputusan yang dapat mengakibatkan terjadinya kerugian bagi BUM Desa Bersama itu sendiri atau kerugian bagi masyarakat. 

Pada prinsipnya studi kelayakan usaha merupakan alat untuk meyakinkan pelaku usaha untuk memilih suatu usaha akan dijalankan atau tidak. Memang adakalanya studi kelayakan merekomendasikan "tidak layak" namun sang pelaku usaha tetap ngotot menjalankan. Itu boleh saja karena pelaku usaha memiliki alat analisis lain yang secara ilmiah tak terukur namun kadangkala manjur, yakni naluri bisnis. Dalam kasus studi kelayakan usaha BUM Desa Bersama bisa jadi hasil studi kelayakan usaha merekomendasikan “tidak layak” namun  BUM Desa Bersama (termasuk unit usahanya) tetap akan menjalankan usaha bersama tersebut. Hal tersebut sah-sah saja walaupun secara ekonomi tidak memberikan nilai tambah yang cukup tetapi secara sosial memberikan nilai tambah yang besar bagi peningkatan perekonomian warga dan peningkatan layanan kepada masyarakat.

kirim ke teman | versi cetak

 

Rabu, 29 Mei 2019 13:14:59 - oleh : admin

Informasi "" Lainnya