FPPD - Forum Pengembangan Pembaharuan Desa

MENGAPA BUM DESA BERSAMA?


Oleh: Anom Surya Putra – Jarkomdesa /FPPD 

Kontekstualisasi. BUM Desa Bersama dibentuk  untuk memperluas jaringan dan skala usaha ekonomi berbasis sistem kerja sama Desa dan Kawasan Perdesaan. Pengembangan BUM Desa Bersama bergantung pada jaringan sehingga perlu keterhubungan (linkages) antar BUM Desa satu dengan yang lain, atau BUM Desa yang disepakati bersama oleh Desa yang menyelenggarakan kerja sama antar-Desa,  untuk saling mendukung sumber penghidupan antar BUM Desa. Hubungan saling ketergantungan (inter-dependensi) melalui BUM Desa Bersama  mencerminkan bentuk modal sosial yang melekat dalam kerja sama antar-Desa dan Kawasan Perdesaan.

BUM Desa Bersama bisa berkembang bilamana ditopang oleh social linking yang lebih luas. Social linking adalah modal sosial yang malampaui komunitas lokal, berorientasi keluar dan berjaringan lebih luas dengan dunia luar. Keberadaan koperasi maupun lembaga ekonomi lainnya bukan mencerminkan institusi bisnis yang dimiliki oleh Desa-Desa. Sementara BUM Desa Bersama merupakan ladang usaha bisnis sosial yang dimiliki oleh Desa yang menyelenggarakan kerja sama antar-Desa.  BUM Desa Bersama didirikan melalui Musyawarah Antar Desa (atau sebutan lain: Musyawarah Desa Bersama, dll) dan ditetapkan melalui Peraturan Bersama Kepala Desa. Kekayaan (aset) berasal dari Desa yang menyelenggarakan kerja sama antar-Desa maupun masyarakat, dan keuntungannya untuk Desa dan masyarakat Desa. 

Relevansi. BUM Desa Bersama dibentuk atau didirikan atas dasar prinsip fasilitasi. Fasilitasi ditujukan terhadap potensi usaha ekonomi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pokok, serta tersedianya sumber daya Desa yang belum dimanfaatkan secara optimal. Terutama kekayaan Desa (ex: sumber air/irigasi air sungai untuk air bersih) yang dapat dikelola oleh BUM Desa Bersama, atau sebelumnya telah difasilitasi oleh BKAD sebagai bentuk pelayanan kepada warga. Negara harus memfasilitasi (bukan intervensi) dan membuka kesempatan bagi BUM Desa Bersama untuk melakukan ekspansi pasar. 
BUM Desa Bersama berusaha memberdayakan ekonomi berbasis Desa dengan pendekatan sosial. Berkaitan dengan proteksi, maka tujuan BUM Desa Bersama adalah untuk melindungi masyarakat Desa dan pelaku ekonomi Desa dari jeratan pelaku ekonomi borjuasi yang merugikan (tengkulak, rentenir, lintah darat). Disisi lain gerakan ekonomi berbasis kerja sama antar-Desa dan Kawasan Perdesaan  akan kuat dan dinamis dengan adanya jaringan kerjasama antar BUM Desa. Pembentukan BUM Desa Bersama ditujukan untuk saling melengkapi (substitusi) atas unit-unit usaha yang diselenggarakan.

Misalnya BUM Desa A memiliki unit usaha penyediaan bahan baku, BUM Desa B memiliki unit usaha produksi dan BUM Desa C memiliki unit usaha pemasaran, maka ketiga BUM Desa tersebut dapat bersinergi untuk mempersatukan kekuatan masing-masing. Kerjasama yang erat dapat menjadi kekuatan untuk bersaing dengan pemilik modal. Kerjasama semacam ini menguntungkan secara ekonomis, dan akan memperkuat kebersamaan antar Desa.

BUM Desa Bersama menjadi solusi bagi program pemerintah (misal: dana bergulir) yang ditujukan kepada kelompok masyarakat, yang selanjutnya ditransformasikan oleh BKAD kedalam BUM Desa Bersama. Hal ini menjawab kebuntuan aspek “ketidakjelasan badan hukum” dan “status aset” yang selama ini dikelola kelompok usaha bentukan program-program pemerintah.
BUM Desa Bersama juga merupakan pengembangan pusat pertumbuhan antar-Desa secara terpadu dengan berusaha memperkuat akses dan daya saing produk Desa ke berbagai level pasar (pasar daerah, pasar regional, pasar induk, pasar online, mini/supermarket). 

Refleksi. BUM Desa pada umumnya mempunyai skala ekonomi yang kecil karena ukuran Desa yang terlampau kecil. Pendirian BUM Desa Bersama merupakan strategi ekspansi pasar bagi usaha Desa, dan melakukan konsolidasi skala ekonomi seluruh Desa. 

BUM Desa Bersama merupakan bentuk holding dan trading yang memproduksi, mengolah dan memasarkan produk unggulan (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, dll) dari Desa yang telah bersepakat melakukan kerja sama atau kerja sama di Kawasan Perdesaan. BUM Desa Bersama berfungsi sebagai ‘jembatan’ bagi pelaku ekonomi yang sudah ada di Desa (ex: BUM Desa, koperasi, dll) untuk meraih mobilitas sosial. 
Secara empirik di lapangan terdapat fenomena belum berkembangnya proses konsolidasi dan kerjasama ekonomi antar Desa, antar stakeholders untuk mewujudkan BUM Desa Bersama sebagai patron ekonomi yang berperan memajukan ekonomi kerakyatan. Ditambah pula Kurangnya responsivitas Pemda untuk menjadikan BUM Desa Bersama sebagai program unggulan untuk memberdayakan masyarakat di Kawasan Perdesaan.

Secara faktual UPK yang menangani aset dan dana bergulir PNPM-Mandiri Perdesaan merupakan salah satu agenda pendirian/ pembentukan BUM Desa Bersama pada basis lokus Kawasan Perdesaan (Membangun Desa), yang difasilitasi oleh BKAD sebagai delegasi dari setiap Desa yang bersepakat melakukan kerja sama antar-Desa. Misalnya, BUM Desa Bersama di Karangasem (Bali) dan Karangsambung (Kebumen, Jawa Tengah)
BUM Desa Bersama akan berdiri kokoh dan berkelanjutan bila seluruh elemen yang ada di Desa-Desa (kebijakan, aktor, akses, arena, aset) bersinergi sebagai upaya menampung seluruh kegiatan di bidang ekonomi dan/atau pelayanan umum yang dikelola oleh Desa atau kerja sama antar-Desa. Kedepan nanti Desa bersama aparatur supra Desa perlu mengkonsolidasikan kekuatan dan kebersamaan Desa-Desa dan antara BUM Desa untuk menguatkan basis ekonomi melalui BUM Desa Bersama. Dengan demikian BUM Desa Bersama menginisiasi berdirinya korporasi Desa (Desa Inc).

kirim ke teman | versi cetak

 

Jum`at, 24 Mei 2019 10:40:45 - oleh : admin

Informasi "" Lainnya